Perkembangan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan di Lingkungan Sekolah PAUD Insan Cita
Keywords:
Kemandirian Anak Usia Dini, Pembiasaan, PAUDAbstract
Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, mengelola diri, dan berinteraksi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan di lingkungan sekolah terhadap peningkatan kemandirian anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi langsung di PAUD Insan Cita, dengan fokus pada aktivitas harian anak, interaksi sosial, dan peran guru sebagai fasilitator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menjalani rutinitas mandiri, seperti merapikan mainan, menata peralatan belajar, dan menyelesaikan tugas sederhana, mampu melaksanakan aktivitas tersebut tanpa bantuan guru setelah beberapa minggu. Pembiasaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan inisiatif, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Peran guru sebagai model dan fasilitator, konsistensi rutinitas, serta penguatan positif terbukti menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembiasaan. Temuan ini selaras dengan teori perkembangan anak Erikson (initiative vs. guilt), Piaget (praoperasional), Vygotsky (zona perkembangan proksimal), Bandura (pembelajaran sosial), dan Skinner (penguatan perilaku). Kesimpulannya, pembiasaan di sekolah merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk membentuk kemandirian anak usia dini secara holistik, meliputi aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kebijakan sekolah, struktur rutinitas yang jelas, dan kompetensi guru agar dapat berkontribusi pada pembentukan karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi pendidikan berikutnya.





